Bisnis Wisata dan hotel di Bali Semakin di Perhatikan Investor Asing

9 Apr 2016

 ” Indonesia jadi satu diantara negara prioritas untuk jaringan hotel itu. Potensi perkembangan ekonominya dikira cukup tinggi. Jaringan hotel itu tertarik untuk membangun hotel di lokasi wisata pantai di Bali serta Lombok, ” kata Franky Sibarani, Jumat (8/4/2016).

Menurut Franky, pihaknya mensupport masuknya jaringan hotel sekelas bintang lima ke Indonesia. Bahkan juga dia yakini, tidak cuma jaringan hotel bintang lima yang laku. Sekelas bintang tiga juga, menurut Franky, mempunyai pasar sendiri. Marketnya terbuka luas serta mungkin masuk ke Indonesia. ” Tren kunjungan wisatawan ke Bali serta Lombok naik selalu. Permintaannya tinggi, pasarnya terbuka luas, ” tutur Franky.

 

Sekarang ini, posisi Indonesia dinilai utama oleh beberapa investor. Intinya yang ada di lokasi ASEAN. Ini berlangsung karena populasi Indonesia mewakili 40 % dari keseluruhan populasi Asia Tenggara. ” Karena itu beberapa bidang pendukung seperti hotel begitu diperlukan serta adalah satu diantara bidang yang di promosikan pada beberapa pelaku usaha di Taiwan, ” lebih Franky. wisata air terjun di bali
Menyikapi besarnya ketertarikan investor asing di usaha hospitality itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, investor lihat prospek industry pariwisata ke depan. ” Kita telah menunjukkan prinsip pemerintah di bidang pariwisata begitu serius. Bahkan juga pariwisata telah diletakkan sebagai satu diantara bidang prioritas, terkecuali infrastruktur, pangan, daya serta maritim. Action di lapangan, dengan 10 top destinasi prioritas yang di-drive pemerintah itu juga berikan keyakinan untuk investor, ” kata Arief Yahya.

Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah Sambudhy Thaib memberikan Bali serta Lombok memanglah masihlah miliki prospek. Mandalika Lombok, yaitu satu diantara 10 destinasi unggulan itu. ” ITDC Mandalika, pengelola KEK Pariwisata Mandalika telah mulai progress juga. Keseluruhan 66 Ha (dari keseluruhan tujuan konservatif th. ini 90 Ha termasuk juga infrastruktur) yang bakal terkontrak menuju LUDA (Land Utilization & Develompent Agreement), ” terang Hiramsyah.

Dari 66 Ha itu, ada 16 Ha untuk Clubmed Hotel, 5 Ha Pullman Hotel, 7 Ha Marriott (Bauer, USA), 9 Ha Intercontinental (JSB Grup), 4 Ha Royal Tulip (Mr. Lee, Korea), serta 28 Ha Time-share Villa Resort (Mandiri Maju Berbarengan Grup). Tujuan revenue dari sewa tempat th. pertama diprediksikan meraih 22 Miliar, th. 2016 ini.

” Untuk Pullman Hotel, yang satu grup dengan Sofitel, Novotel, Mercure serta Ibis itu telah masuk gagasan penandatanganan Hotel Management Agreement (HMA) Agustus 2016, lantas Oktober 2016 mulai pekerjaan fisik, ” terang Hiram. Pasti ini bakal mendorong industri yang lain masuk untuk menguatkan amenitas pariwisata. termpat wisata di bali 2016

Hiram juga menerangkan, Hotel Clubmed juga telah miliki rencana penandatanganan Hotel Consultancy Service Agreement (HCSA) Juni 2016. Ini telah terjadwal sesudah kriteria administrative dipenuhi. ” Status tender konsultan Masterplan serta DED (Aecom) tengah jalan serta usai (dipilih) di Juni 2016, ” katanya.


TAGS wisata bali


-

Author

Follow Me